Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Oktober 2010

Hipotesis Mahasiswa Ini Mematahkan Jawaban Profesornya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5gc-AnxriwxWRQuafT5j-lkXrcnkxazDD-IM2fk9U0XIVxeXJKi0MUsLNs06CZE8pegNmYp933OYkPXjhjyqbmESPSUMu8-QrF05NYB_rmP-VwFHmozUKr2LFV8URDwJdqKpq8sVJ-To/s400/profesor+linglung.jpg
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Siapakah mahasiswa tersebut???



ALBERT EINSTEIN

Minggu, 24 Oktober 2010

KeTuA Part #1



Melancong Ke Kampung Naga


Sama seperti hari-hari biasa, saya pergi ke sekolah, belajar, bertemu teman-teman dan mengobrol ngalor ngidul ga jelas. Hari itu memang ga ada yang spesial. Di waktu istirahat,kami anak-anak cowo mengobrol, kami sampai pada satu topik yang menarik,yaitu rencana jalan-jalan ke kampung naga.

Kebetulan,ada satu teman kami yang bertempat tinggal disana, tanpa fikir panjang lagi,kami smua setuju dan kami menentukan hari dan jam keberangkatan ke kampung naga.
Kami berangkat kalau tidak salah pada hari Jumat siang. Oh iya,yang ikut hanya anak-anak cowo, karna kami ngerasa,kalau ngajak anak-anak cewe,bakalan susah dan ribet.

Langsung saja,kami berkumpul di terminal dan setelah menunggu cukup lama,akhirnya semuanya berkumpul juga.
Kami menyewa angkot dan dalam waktu kurang lebih 30 menit,kami sampai di Kampung Naga. 
Rasa lelah menyelimuti kami semua,kami beristirahat sejenak sambil menunggu teman kami Irsan datang menjemput. 
Setelah menunggu beberapa saat,Irsan datang dan menyuruh kami untuk beristirahat di rumahnya. 
Tanpa ba bi bu lagi,kami semua langsung bergerak karna tak kuat cape. 
Ternyata sebelum mencapai rumahnya,kami harus melewati rintangan terlebih dahulu,yakni kami harus menuruni anak tangga yang sangat banyak.
Kami sempat berfoto ditangga-tangga tersebut.

Rasa lelah telah sampai puncaknya,akhirnya kami sampai dirumah yang sederhana itu.
Kami semua beristirahat disana,rasa lapar dan haus menghantui kami. 
Datanglah Irsan menawari kami untuk "ngaliwet". Awalnya kami ragu,karena takut merepotkan Irsan dan orang tuanya, Tapi rasa lapar ternyata lebih kuat. 
Akhirnya kami pun ngaliwet bersama dengan lauk seadanya,tetapi rasanya nikmat sekali.
Setelah beristirahat sejenak,kami pun diajak Irsan untuk berkeliling sekaligus untuk memancing.
Ternyata cukup jauh juga tempat memancing tersebut. 
Setelah sampai,kami ambil tempat masing-masing. Waktu terus berjalan,tapi sangat susah sekali untuk mendapatkan ikan. 
Malah,musibah terjadi pada saya. Saya didorong oleh Auliyaa sampai terjatuh dan celana saya pun basah. Sempat kesal saya dan ingin membalasnya,tapi susah jadi,yasudah lah,udah tanggung basah.
Setelah puas memancing walau hasilnya sangat mengecewakan,kami pun pulang ke rumah Irsan. 
Di sepanjang jalan,ada rumah-rumah yang menjual oleh-oleh seni kriya khas Kampung Naga. 
Kami membelinya sebagai kenang-kenangan. 
Matahari sudah mulai terbenam, kami pun pamit pada Irsan dan keluarganya dan pulang melewati anak tangga dan juga jalan yang berkelok-kelok. Tidak sampai disitu, Ari teman kami yang membawa motor,di cegat polisi di jalan. Kami sempat khawatir dan was-was. Hampir saja kami semua turun untuk ikut membantu Ari. Tapi ternyata Ari tidak apa-apa dan kami pun tenang kembali. Sampai lah kami di terminal, kami berpisah disana. Dan Alhamdulillah kami semua sampai dirumah dengan selamat.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Kerajaan Tujuh A [Opening]

Saatnya mulai berkarya dan berprestasi [mungkin] LOL

KeTuA (Kerajaan Tujuh A)

      Kali ini Poetra Tasik akan membuat cerita-cerita pendek yang mungkin akan menarik atau mungkin akan membosankan [I don't care]. Ya apapun komentar anda,saya hanya akan tersenyum dan berkata "terimakasih".
Cerita ini berjudul "Kerajaan Tujuh A". Apakah Kerajaan Tujuh A itu? Kalau ingin tahu,simak terus cerita ini. Check This Out..

Kita perkenalkan terlebih dahulu karakter-karakter yang akan dimainkan di cerita kali ini.
*nb : urutan karakter tidak menjadi penentu apakah dia tokoh utama atau pemain pembantu.


  • Adi
Pembawaan kalem yang pemalu. Yang lebih banyak diam dan mengikuti. Tetapi mempunyai rahasia yang besar dibalik kacamatanya itu. Bisa dibilang susah bersosialisasi.


  • Adit
Hampir sama dengan adi. Kalem tetapi cuek. Berdandan lebih seperti brandal tetapi penampilannya berbeda jauh dengan sifatnya.


  • April
Cerminan orang yang centil,supel,sedikit genit. Tetapi kalau sudah nangis,dunia pun terganggu. Sedikit tambahan,dia orangnya nekat dan kadang bertindak oposite.



  • Ari

Tokoh yang sebenarnya baik,sopan,tetapi mungkin karna terlalu bebas,jadi agak nakal.


  • Asep
Ya,sama seperti namanya,Asep orang yang lembut dan agak kampungan. Dia pintar tetapi susah bersosialisasi dengan orang lain.Sangat taat agama juga.


  • Auliyaa
Dari namanya,pasti anda semua menganggap bahwa auliyaa itu perempuan, tetapi itu salah besar. Auliyaa adalah laki-laki yang gayanya agak kemayu,supel,dan tampilannya sepeti orang terminal tetapi dia orang yang pintar.


  • Dicky
Dia adalah tokoh yang paling dewasa disini, penampilannya sangat rapi,dan suka bersih-bersih[mungkin],pintar,baik,bahasanya sangat sopan dan santun. Tetapi bisa jug tegas dan berwibawa.


  • Dimas
Perawakan yang subur,tidak membuat dia terlihat galak,tetapi malah lebih mirip boneka,lol. Berprestasi dalam bidang olahraga bulu tangkis.


  • Fahrul
Sebenarnya orang yang supel,tetapi tingkahnya kadang-kadang aneh dan kekanak-kanakan


  • Haris
Supel,ramah,sopan,dan santun,dan selalu jadi bahan jailan gandi. Dan kalau sudah marah,gunung pun bisa diangkatnya.

  • Faisal [Poetra Tasik]
Hm..mau nunjukin kelebihan,takut dikira mengagung-agungkan sendiri. Mau ngerendah,nanti disangka ga bener. Bingung.. Hm..liatlah nanti bagaimana karakter Saya disini! ;)


  • Galih
Humoris,pintar,rada omes, pikasebeleun dan yang paling akrab dengan anak-anak perempuan.


  • Gandi
Hm..teman jail haris yang paling jahil. Kadang akur tapi lebih banyak ributnya. Penerus tom & jerry kayaknya. Humoris,jahil,tapi kadang jahilnya suka kelewatan. -___-"


  • Ilham
Nah ini nih orang paling pintar yang selalu jadi tempat contekan buat semua murid cowok.lol
Untuknya aja dia ga pelit. Ramah,bisa dibilang multi talent, tetapi kadang-kadang suka aneh.


  • Indi
Hm..baik,polos kayaknya,lumayan mudah bergaul,ya kecuali bergaul sama anak-anak cowok.


  • Irsan
Orang yang lebih banyak diam diam dan diam. Dia memang tinggal agak jauh dari kota,jadi kadang-kadang bahasanya bisa kasar. Tapi dia mempunyai bakat di bidang seni terutama di seni kriya.


  • Irsyan
Orang yang juga berbakat dibidang seni,berupa seni lukis,tetapi berbeda dengan Irsan,Irsyan bisa dibilang cerewet,dan kadang-kadang bersikap arogan.


  • Mira
Pemberani,kadang galak,kadang edan,kadang eling,orang yang pintar,terutama soal hitung menghitung.


  • Nasir
Perawakan besar,sedikit kasar,dan ga jelas,tapi baik,dan masih punya etika. Pemberani dalam segala hal walau hal itu salah. Tingkahnya kadang-kadang aneh dan edan.


  • Muthia
hm..sifatnya kadang bisa terbawa sesuai suasana disekitarnya. Tapi dia baik,malah terlalu baik,dermawan,kadang-kadang suka bikin ulah,sangat pintar,pemberani,dan yang paling menonjol dari sifatnya adalah, selalu narsis didepan kamera. Keramahannya itu membuat dia banyak dikagumi orang.


  • Anis
Perawakan kecil bukan jadi masalah besar buat dia. Tetapi dibalik badannya yg kecil,dia bisa dimasukan pada kategori galak stadium 5. Kepandaiannya itu membuat dia mudah mencari teman. Tetapi bisa juga dibilang pelit. Apalagi dalam ulangan.lol


  • Neli
Perawakan kecil,baik,tapi sangat jarang bicara. Mungkin pita suaranya kusut,lol.


  • Nezar
Bestfriendnya Asep,baik,pintar,tapi lebaynya ga ketulungan. Susah diajak bergaul,dan tingkahnya aneh-aneh.


  • Rizki
ini dia yang paling humoris yang slalu ngelawak, baik,ramah,sopan yang ada pada dirinya.



  • Rossy

Hm.. ga begitu tau soal dia,tapi kelihatannya baik,agak pemarah,agak lebay juga.


  • Tita
Kecil,pendiam,dan hidup,lol. Tita orang yang baik,tetapi lebih banyak diam. Tapi jangan salah,kalau sudah marah,bisa kaya hulk tuh badannya jdi gede.lol! Tita ini bestfriendnya Muthia. Katanya sih soulmate.


  • Widya
Orang yang tinggi badannya,tetapi pintar,agak lebay sh,tapi humoris dan supel juga.


  • Yuli
Pintar,tetapi agak tertutup. rada pelit juga,hehe tapi kalau dia marah,bahasa kasar semua disebutin satu persatu

And the last is..


  • Zaki
Kalem,pintar,dan ga muluk-muluk itulah dia,walau kadang suka jahil juga.

Itulah ke 29 Karakter yang akan ditampilakan di cerita pendek ini. Pasti pembaca bingung bagaimana cara agar cerita ini muat oleh 29 orang? Dan jawaban yang akan saya beri adalah. "Ga perlu difikirin,hal itu bukan buat difikirin,tapi buat dinikmati aja" hahah lol.

*Cooming soon Kerajaan Tujuh A Part #1 (KeTuA Part #1)

Selasa, 03 Agustus 2010

Jangan hanya Melihat dengan Mata

Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah besar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor dan tanpa pemanas. Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab, “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.”

Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai. Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka. Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua, katanya, “Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka ? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi ? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan ? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Maumu apa, sih ?” Malaikat tua menjawab singkat, “Tidak semua hal itu sebagaimana
tampaknya.”

Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata, “Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani. Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya. Orang yang datang dan pergi begitu saja dalam kehidupan kita, ada yang menjadi teman, dan ada pula yang tinggal hanya sekejap, tetapi meninggalkan kenangan manis dalam kehidupan dan hati kita. Dan kita tidak pernah menjadi sama, karena kita telah berteman dengan banyak orang.”